Senin, 01 Agustus 2016
KETIKA CINTAKU BERNADA RUMIT
Ijinkan aku
terbang bersama angin
Dikala hatiku tersayat asmara
Di iris rindu oleh serpihan pisau belati
Atas kosongmu dan kosongku lewat simponi Bernada cinta berbalut rindu
Andaikan hadirmu dulu
Tak sesesak rasaku saat ini
Maka takanku biarkan dirimu berkelana di dasar hatiku
Aku merana
Andaikata cintaku tidak kau
Hipnotis dengan egomu
Cintaku suci beraroma sutra
Demikan yang aku punya
Tak setajam hati dan perasaan
Yang kau balas padaku
Seguris luka sempat bertandang
Kala cintamu sempatkan malang
Dengan gagahnya kau tancapkan pedang hinggah aku meradang
Lalu hanyut dalam nestapa penuh goncangan
Ku ukir lalumu kembali
Dulu cinta itu membuaiku
Hinggah menenggelamkan aku
Dalam keasyikan duniawi
Sedang kini ku tau
Kebahagian itu hanya sementara
Tertawa riang namun diakhirkan binasa
Kamu dan ego mu
Aku dan cintaku
Bagaikan sepasang merpati yang berlainan arah
Cintamu menjalar ke barat
Dan aku menyusuri selatan
Harus bagaimana ?
Cinta tidak butuh di terbangkan
Cinta tidak perlu di publikasikan
Cukup simpanlah
Cukup genggamlah semampumu
Dan cukup untukMu merangkul hinggah tak terjatuh ke arus cinta yang berlawan
Maka biarlah seadanya
Aku mengalah
Hinggah kau merasa nyaman
Jika demi ego kau ingin pulang
Maka bergegaslah
Bawa pergi hasratmu
Biar bingkaimu ku bungkus rapat
Dalam angan jari jemariku
Melangkah lah sejauh harapmu
Dan biarkan harap ku terkunci
Hinggah tidak kau atau seorang pun membuka nya lagi
Hinggah Tuhan menjawab
Tanpa banyak tanya yang harus ku tegaskan
Tanpa banyak kata yang harus ku inginkan
maka pergilah
Pilihan terkadang bukanlah yang terbaik
Namun pilihan harus tetap kita jalani
Meski rasa sakit yang harus kita dapati
Mencintai terkadang menyakitkan
Namun
Kita takan dicintai
Jika
Kita tidak mencintai .
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar