Senin, 01 Agustus 2016

* KELIRU *



mengiringi waktu berlalu dari hari ke hari
aku masih juga begini mengenali diri dalam kelesuan
mengatur jejak menimang derita membilang air mata
memburu haluan hidup

sesekali gelisahku jadi duri
menikam kejam derita yang sedia parah lukanya
menusuk pedih harapan yang kian dibayangi kecewa
ketika itulah diri ini jadi keliru
terlalu asing dalam mencari haluan

andai dalam gelisah ini aku jadi keliru
antara nasib dan takdir
antara syukur dan kesal
antara redha dan terpaksa
segalanya jadi sama dalam dengan tiba-tiba
bagai permata dan kaca sukar untuk ku bedakan

beginikah hidup yang kau rencana
pada sepasang mata layu yang samar dari sinaran
lalu meniti bebanan di setiap likuan
dan kini setelah hidup dalam derita
aku masih terlalu jarak dari bahagia

kuhimpunkan doa walaupun bicaranya tetap sama
ku gubah harap kulagukan mohon
kurangka syukur kubariskan di hening malam
hingga akhirnya aku kehabisan tangis
tunjukilah aku
yang sering jadi keliru dalam menilai jalanku
Kini tersadar lamunanku bahwa
aku adalah aku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar