Selasa, 02 Agustus 2016
ISTIMEWA
Selaska cerita tertoreh pada lembar hari
Mengisi kosong ku tanpa tanda isyarat
Mengganti hilang pada tiap butir masa
Menapaki jejak pada khatulistiwa bumi
Desiran ombak kian bergadu mencumbu bibir pantai
Alam memukau menyulam menit tiap detik
Suara gadis kampung menjahit cakrawala
Padanya pagi -pagiku pecah oleh tangan emas berbaur racikan hitam bernama kopi
Istimewa itu seindah cerita gadis kampung
Menjunjung tinggi cinta pagi
Menaruh rasa pada secangkir gelas kaca
Pagi yang istimewa
Mentari reba pada pangkuan senyum
Menutup malam di beranda ufuk timur * * *
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Puisi yang bagus :)
BalasHapus