Dalam kalbu kelana
Aku rindu syair yang kala itu tergenang arusmu
Pada tiap -tiap tengah malam
Yang kau suguhkan lewat kata bernyawamu
Lewat angin tawamu
Dalam bayang nasehatmu di kala berirama
Ceritakan sederhananya jadi jiwa sejati
Tanpa berangan terlalu jauh
Tanpa bermimpi terlalu tinggi
Yang jelas nya jadilah pribadimu
Siap tersenyum
Sedia tertawa
Tanpa mengeluh berat beban Pada pundak sementara
seperti pelangi yang hanya sekedar tampil lalu tak abadi.
Hilang kian menyusuri jejak hujan
Begitu caramu mengajari hal kecil
Pada insan yang membutuhkan
Tapi entahlah kini senjapun berpaling
Awan biru berubah jadi gelap
Menyisahkan putih bersih pada kertas tuaku
Kau lenyap seketika bagai bayang yang tak bertanda
Aku menaruh tanya sepanjang itu
Dimana pesan singkat kala pagi
Masih kah ada semangat pagi berirama di pendopomu
Lalu mengapa sapa menyapa itu seakan di hantui misteri
Hilangmu kembali mengepung tintaku
Mengambil masa berhenti untuk merenungi
Akan destinasi fikirku nyata adanya
Ataukah hanya sekedar menyimpan iba atas dasar khawatir.
Aaahh teman
Semakin jauh dirimu di pelataran.
Kian harapku semoga segala yang baik
Sejalan bersama langkahmu
Dan segenap kebaikan menyertai segala persoalanmu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar