Minggu, 22 Juli 2018

DIAM



Gambar terkait
Ragaku layak serpihan abu
Tiba-tiba hilang dibawah angin.
Kemudian aku diam.
Tanpa mau bertanya kemana mata angin berhenti.

SULIT

Aku sering kesulitan menulis sajakku
Seperti aku juga sering lupa bagaimana caranya jatuh cinta.

Padahal aku ingin menulis apa yang aku punya.
Begitu juga aku ingin mencintaimu seperti cara sederhanamu mencintaiku.

Inilah hal tersulit dalam hidup yang tak mampu aku jawab sendiri ketika kutanya mengapa?


Hasil gambar untuk GAMBAR SULIT

LUKA

Jika kamu mengerti
Bahwa lukaku kini bukan lagi luka main-main.
Kini ia kuberi pupuk doa dan siraman semangat

 Hingga ia boleh kubalut dengan masa depan dan janji kebahagian yang lebih
 ketimbang sandiwaramu.
Maaf lukaku kini bukan luka-lukaan biasa. 

Lukaku sekarang lebih sadis hidupnya ketimbang luka kala itu.
Yang konon katamu, luka itu abadi.
 Kini kau lihat sendirikan lukaku itu abadi dalam kata-kata tapi tidak kekal dalam sejarah hidup apalagi masa depanku .. 

Terimakasih pernah memberi luka hingga detik ini aku boleh merefleksi dan menuai kata-kata indah ..

Sabtu, 17 Maret 2018

DiSuatu Hari Nanti


Masih kah kau ingat kenangan disini ..
aku lalu diam-diam memilihnya menjadi sebuah cerita yang sampai kapan akan terkenang.


Post

Bahkan Tuhan menyiapkan
hari dan waktu untuk kau tetap mencintainya tanpa umur
juga matahari sebagai fatamorgana tuk kau luputi cintanya
kau boleh berdoa tanpa melupakan dia

What the Dog Saw


 
 Di pertigaan hari kemarin banjir dimana-mana
Dimana-mana buih-buih manusia penuh
Neraka tidak lagi kosong
Penjara jadi saksi

“ mereka tertawa kecil”

Senyum simpul memikat dalam
Banjir banjiri tanah
Hati masih berlapang
Tanah lapang tak berlapangan

“ mereka tertawa sedang”

Anak – cucu manusia mulai gerogi
Anjing-anjing tak sempat melolong
Anak-anak cicak tak lagi mengusung tembok
Semut-semut tak bertulang berpaling

“mereka tertawa sinis”

Taman kanak-kanakku roboh
Hati-hatiku ikut roboh
Jantungku copot
Tanahku tak berbobot

“mereka tertawa besar”

Dapat makanan gratis
Rumah darurat
Susu beruang
Lalu anjing bertanya

“untuk apa anjing tertawa anjing”




Senin, 19 Februari 2018

Samudra Merah


 
Senja berpaling. Seberkas cahaya memar
Rona jingga samarkan hati. Kabut tipis menuai rindu
Alangkah elok ciptaan Yahwe
Kering gersang rindu memikat

Kusingkap lagi setiap tetes rindu
Bening matamu bawa harap   
Simponi kisah papaskan peluk
Hatiku ketir singkapi airmatamu