Di pertigaan hari kemarin banjir dimana-mana
Dimana-mana
buih-buih manusia penuh
Neraka
tidak lagi kosong
Penjara
jadi saksi
“
mereka tertawa kecil”
Senyum
simpul memikat dalam
Banjir
banjiri tanah
Hati
masih berlapang
Tanah
lapang tak berlapangan
“
mereka tertawa sedang”
Anak
– cucu manusia mulai gerogi
Anjing-anjing
tak sempat melolong
Anak-anak
cicak tak lagi mengusung tembok
Semut-semut
tak bertulang berpaling
“mereka
tertawa sinis”
Taman
kanak-kanakku roboh
Hati-hatiku
ikut roboh
Jantungku
copot
Tanahku
tak berbobot
“mereka
tertawa besar”
Dapat
makanan gratis
Rumah
darurat
Susu
beruang
Lalu
anjing bertanya
“untuk
apa anjing tertawa anjing”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar