Sabtu, 17 Maret 2018

What the Dog Saw


 
 Di pertigaan hari kemarin banjir dimana-mana
Dimana-mana buih-buih manusia penuh
Neraka tidak lagi kosong
Penjara jadi saksi

“ mereka tertawa kecil”

Senyum simpul memikat dalam
Banjir banjiri tanah
Hati masih berlapang
Tanah lapang tak berlapangan

“ mereka tertawa sedang”

Anak – cucu manusia mulai gerogi
Anjing-anjing tak sempat melolong
Anak-anak cicak tak lagi mengusung tembok
Semut-semut tak bertulang berpaling

“mereka tertawa sinis”

Taman kanak-kanakku roboh
Hati-hatiku ikut roboh
Jantungku copot
Tanahku tak berbobot

“mereka tertawa besar”

Dapat makanan gratis
Rumah darurat
Susu beruang
Lalu anjing bertanya

“untuk apa anjing tertawa anjing”




Tidak ada komentar:

Posting Komentar